Inilah Perbedaan Garmen & Textile
PT. Meuthiana Bintang Samudra – Anda mungkin bertanya-tanya tentang istilah-istilah tertentu. Nah, jika kita melihat gambaran yang lebih besar, ada baiknya Anda mengetahui bahwa industri sandang biasanya digolongkan menjadi dua jenis besar yaitu garmen dan tekstil. Tahukah Anda perbedaannya? Jika belum, berikut penjelasan singkat perbedaan garmen dan tekstil.
Apa itu Garmen?
Sebagian besar dari anda mengkin sudah familiar dengan penjahit bukan? Sama halnya dengan penjahit, produsen garmen juga memproduksi pakaian. Hanya saja, garmen bisa menampung lebih banyak pesanan pakaian, mengingat mesin jahit yang tersedia pun sangat banyak. Jika daya pesan di konveksi 500- 1000 potong, maka garmen bisa mencapai puluhan ribu.
Bukan hanya dari kapasitas saja, garmen juga memiliki pengelolaan sistem administrasi dan manajemen yang lebih tertata dibandingkan dengan konveksi, mengingat industrinya yang sudah masuk skala besar, yakni pabrik.
Karenanya, dari segi teknologi pun, garmen mempunyai alat-alat yang lebih canggih dan lebih praktis guna mendukung kecepatan kerja dan kualitas produk dalam mencapai target.
Segmentasi pasar pun berbeda, biasanya garmen menyasar mall hingga supermarket. Ciri khas yang biasanya diterapkan oleh garmen adalah CMT (cut, make, trim), yaitu adanya bagian-bagian yang khusus menangani proses pemotongan bahan, menjahit, hingga finishing.
Apa itu Tekstil?
Sedangkan untuk industri tekstil adalah usaha yang bergerak di bidang pengolahan serat menjadi benang, hingga kemudian menjadi bahan siap jahit alias kain.
Dengan kata lain, industri tekstil merupakan bidang yang mengolah bahan mentah, berupa serat, menjadi barang siap jahit. Proses pengolahan serat ini meliputi pemintalan benang (spinning), penenunan (weaving), perajutan (knitting), pencelupan (finishing/dyeing), pemberitaan motif (printing).
Spinning merupakan proses untuk menghasilkan benang dari bahan baku berkualitas tinggi, untuk kemudian dirajut sesuai dengan kerapatan yang diinginkan. Weaving merupakan proses menjadikan kain mentah dengan mesin tenun. Sementara knitting adalah proses merajut benang menjadi pakaian. Terakhir, adalah dyeing atau pencelupan, yaitu pemberian warna pada kain, untuk kemudian diberi motif dengan mesin printing.




Komentar